Kamis, 29 Desember 2016

SISTEM RESPIRASI


Untuk kelangsungan hidupnya manusia butuh bernafas. Sistem pernapasan sangat penting dimana terjadi pertukaran gas (O2) dan karbon dioksida (CO2). Bernapas adalah pergerakan udara dari atmosfer ke seluruh tubuh. Sistem respirasi berperan untuk menukar udara dari luar ke permukaan dalam paru-paru. Setah udara masuk dalam sistem pernapasan, akan dilakukan penyaringan, penghangatan dan pelembapan udara. 
Salah satu organ yang sangat membutuhkan oksigen dan peka terhadap kekurangannya adalah otak. Tidak ada oksigen dalam tiga menit akan mengakibatkan seseorang kehilangan kesadaran. Lima menit tidak mendapat oksigen sel otak akan rusak  secara ireveksible (tidak bisa kembali atau diperbaiki ).
Saluran napas yang dilalui uadara adalah hidung,  faring, laring, trakea , bronkus, bronkiolus, dan alveolus. 
           Oksigen dalam udara di bawa masuk ke dalam paru-paru dan berdifusi dalam darah. Bersamaan dengan itu dikeluarkannya karbon dioksidayang juga berdifusi dari darah dan berdifusi dalam darah dan kemudian dikeluarkan bersama udara.

           Oksigen dibutuhkan oleh semua sel dalam tubuh untuk kelangsungan hidupnya. Sedangkan karbon dioksida merupakan sisa hasil metabolisme yang tidak digunakan lagi dan harus dikeluarkan dari dalam tubuh. Pada peristiwa ini reaksi enzim pernapasan , sehingga dihasilkan reaksi sebagai berikut :
C6H12O + enzim dan oksidasi =  6CO2  + 6H2O + Energi
             Dari persamaan tersebut, jelas bahwa karbondoioksida dan uap air dilepas ke udara bersama hembusan napas, sedang energi sebagian berupa panas untuk memelihara suhu badan dan sebagian berupa energi yang berguna untuk melakukan kegiatan tubuh.
            Pernapasan adalah proses ganda yaitu terjadinya pertukaran gas di dalam jaringan (pernapasan dalam), yang terjadi di dalam paru-paru disebut pernapasan luar.

FUNGSI SISTEM  PERNAPASAN
            Respirasi atau pernapasan merupakan pertukaran oksigen dan karbondioksida antara sel-sel tubuh serta lingkungan. Semua sel mengambil oksigen yang akan digunakan dalam bereaksi dengan senyawa-senyawa sederhana dalam mitokondria sel untuk menghasilkan energi.
 Pernapasan dibagi menjadi dua, yaitu :
·         Pernapasan eksternal (luar), yaitu proses bernapas atau pengambilan oksigen dan pengeluaran karbondioksida serta uap air antara organisme dan lingkungannya.
·         Pernapasan internal (dalam), atau respirasi sel terjadi di dalam sel yaitu sitoplasma dan mitokondria.
Adapun fungsi utama sistem pernapasan adalah untuk memungkinkan ambilan oksigen  dari udara ke dalam darah dan memungkinkan karbon dioksida terlepas dari darah ke udara bebas.
Meskipun demikian ada fungsi lain dari sistem pernapasan adalah :
1.       Tempat menghasilkan udara
2.      Untuk meniup (balon,kopi,teh panas,dll)
3.      Tertawa
4.      Menangis
5.      Bersin
6.      Batuk
7.      Homeostatis ( ph darah )
8.      Otot-otot pernapasan membantu kompresi abdomen (miksi,defekasi,partus).

Adapun  organ-organ yang berperan dalam proses sistem pernapasan adalah :

A. HIDUNG (NASAL)

          Udara yang dihirup pertama kali masuk ke ronnga hidung (cavum nasal). Ujung hidung ditunjang oleh tulang rawan dan pangkal hidung ditunjang oleh tulang nasalis. Batas-batas rongga hidung adalah bagian bawah (tulang palatum, maksila), bagian samping (tulang maksila, konka nasalis inferior, ethmoid), bagian atas (tulang ethmoid) dan bagian tengah (sektum nasalis).

Daerah lubang hidung, diselaputi oleh epitel berlapis pipih dengan rambut kasar yang berfungsi untuk debu-debu kasar dan serangga. 
            Pada dinding lateral terdapat tiga tonjolan yang disebut konka nasalis superior, media, dan interior. Maka udara pernapasan akan mengalir melalui celah-celah ke tiga tonjolan tersebut dan udara inspirasi akan dipanaskan oleh darah dalam kapiler dan dilembabkan oleh lendir yang sekresikan oleh sel goblet. Jika debu-debu udara pernapasan dapat diperangkap oleh lendir. Lendir digerakkan oleh silia kebelakang, menuju faring. 
            Pada atap rongga hidung terletak daerah olpaktorius yang mengandung sel-sel pembau. Sel-sel pembau berhubungan dengan saraf otak pertama, empat rongga para nasal berhubungan dengan ronnga hidung yaitu sinus maksilaris, sinus frontalis, sinus ethmoida, dan sinus fenoida sfenoida. Kesebelah atas rongga hidung berhubungan dengan kelopak mata melalui dua lubang yang sisebut koane. Mukosa sinus merupakan lanjutan glukosa rongga hidung, sehingga radang pada ronnga hidung dapat mejalar kesinus. 
            Kadang-kadang saluran hidung teriritasi oleh masuknya partikel debu atai kotoran saluran kemudian mengatifkan gerak refleks berupa bersin saat serabut yang peka pada selaput lendir hidung teransang. Setelah inpus dikirim kesistem saraf pusat, perintah untuk kontraksi otot pernapasan tertentu dikirim. Udara dihirup dalam-dalam, glotis terbuka dan langit-langit lunak pada posisi terendah. Kemudian udara dikeluarkan dengan keras melalui hidung untuk mengeluarakan partikel asing yang ada didalam nya.

B. FARING (RONGGA TEKAK)
           
Faring merupakan saluran yang memiliki panjang kira-kira 13 cm yang menghubungkan nasal dan rongga mulut kepada larings pada dasar tengkorak. 
Faring dapat terbagimenjadi tiga bagian, yaitu :
·         Nasofaring. Terletak dibawah dasar tengkorak, belakang dan atas palatum molle. Pada bagian ini terdapat dua struktur penting yaitu adanya saluran yang menghubungkan dengan tuba eustachius dan tuba auditory. 
·         Orofaring. Merupakan bagian tengah faring antara palatum lunak dan tulang hiodi. Dasar atau pangkal lidah berasal dari dinding anterior orofaring, bagian orofaring ini berfungsi pada sistem pernapasan dan pencernaan.
·         Langiofaring. Terletak dibelakang larings. Langiofaring merupakan posisi terendah dari faring. Pada bagian bawah laringofaring sistem respirasi menjadi terpisah dari sistem disgestifa. Udara melalui bagian anterior ke dalam larings dan makanan lewat posteriol ke dalam esofagus melalui epiglotis yang fleksible.

C. LARING (KOTAK SUARA)
            Laring menghubungkan faring dan trakea. Laring yang dikenal sebagai kotak suara (voicebox) atau kotak suara atau (pangkal tenggorok) mempunyai bentuk seperti tabung pendek dengan bagian besar diatas dan menyempit ke bawah.
            Laring adalah suatu katup yang rumit pada persimpangan antara lintasan makanan dan lintasan udara. Laring terangkat di bawah lidah  saat menelan dan karenanya mencegah makanan masuk ke trakea. Fungsi utama pada larings adalah untuk melindungi jalan napas atau jalan udara dari farings ke saluran napas lainnya, namun juga sebagai organ pembentuk suara atau menghasilkan sebagian besar suara yang di pakai bicara dan bernyanyi.
            Laring merupakan satu saluran yang dikelilingi oleh 9 buah tulang-tulang rawan yang satu dengan yang lainnya, duhubungkan oleh sendi membrane elastikus serta ligament-ligamen dan otot-otot penggerak tulang rawan.
Kesembilan tulang rawan tersebut adalah :
1.      Satu tulang rawan epiglotis
2.      Satu tulang rawan tiroid
3.      Satu tulang rawan krikoid
4.      Dua tulang rawan aritenoid yang terletak di atas krioid
5.      Dua tulang rawan kuneiformis, dan
6.      Dua tulang rawan kornikulatum.

      D. PARU-PARU
Paru-Paru adalah organ yang berfungsi sebagai alat pernapasan. Organ ini sangat vital karena hewan (termasuk manusia) tidak dapat hidup tanpa oksigen. Oksigen sangat penting untuk proses respirasi di mitokondria pada sel sehingga dapat menghasilkan energi untuk beraktivitas. Paru-paru terdiri dari beberapa bagian. Berikut adalah bagian paru-paru dan fungsinya. Langsung saja kita simak yang pertama:
6 Bagian Paru-Paru dan Fungsinya

 

 

1. Bronkus

Bronkus adalah batang bercabang yang menghubungkan paru-paru kiri, paru-paru kanan, dan trakea. Bronkus tersusun atas tulang rawan, lapisan mukosa, dan otot polos. Tulang rawan berfungsi sebagai rangka bronkus, lapisan mukosa menghasilkan lendir untuk menjebak partikel asing yang akan memasuki paru-paru, dan otot polos membuat kita dapat bernapas secara otomatis tanpa disadari.

2. Bronkiolus

Bronkiolus adalah cabang dari bronkus yang bermuara ke alveolus. Struktur bronkus tidak memiliki tulang rawan, memiliki silia, dan di bagian ujung terdiri dari jaringan epitelium berbentuk kubus bersilia.

 

3. Alveolus

Alveolus adalah tempat melakukan pertukaran antara oksigen dan karbon dioksida secara difusi. Struktur alveolus terdiri dari selaput tipis dan terdapat banyak kapiler darah. Di alveolus darah akan melepaskan karbon dioksida ke udara dan mengambil oksigen dari udara.

 

4. Pleura

Pleura adalah selaput yang melapisi paru-paru. Strukturnya seperti kantong serta halus dan licin. Fungsi pleura adalah untuk mengurangi gesekan saat paru-paru mengembang atau mengempis. Pleura terdiri dari dua lapisan yaitu pleura parietal dan pleura viseral. Terdapat sedikit cairan yang mengandung glikosaminoglikan diantara kedua lapisan tersebut.

Selain bagian yang terdapat pada paru-paru, berikut adalah 2 bagian yang sering disebut sebagai bagian dari paru-paru:

5. Diafragma

Diafragma adalah otot berserat yang menjadi pembatas antara rongga dada dan rongga perut. Diafragma juga berperan penting dalam proses pernapasan perut. Diafragma tersusun atas otot, pembuluh darah, dan saraf yang disebut saraf frenikus.

6. Trakea (Tenggorokan)

Trakea adalah tabung dengan panjang sekitar 5 inci yang menghubungkan laring dengan bronkus. Trakea tersusun atas tulang rawan hialin berbentuk seperti huruf C dan dilapisi oleh epitel bersilia. Fungsi trakea adalah sebagai saluran pernapasan. Silia yang terdapat dalam sel epitel berfungsi untuk menangkap partikel asing dan membawanya ke faring sehingga dapat masuk ke sistem pencernaan.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar