Dalam nervus (sistem
saraf) diketahui bahwa sistem serabut saraf menghubungkan
setiap bagian tubuh dengan dengan susunan saraf pusat. Sistem saraf
sangat berperan dalam iritabilitas tubuh. Iritabilitas adalah
kemampuan menanggapi ransangan. Untuk menanngapi ransangan, ada tiga komponen
yang harus dimiliki oleh sistem saraf, yaitu :
Ø . Reseptor
atau implus
Ø .
Konduktor (penghantar implus)
Ø Efektor (bagian tubuh
yang menanggapi ransangan)
Secara garis besar, sistem implus mempunyai
empat fungsi utama, yaitu :
1. Menerima
informasi atau ransangan
2. Mengkomunikasikan
informasi antara sistem saraf perifer dan sistem saraf pusat
3. Mengolah
informasi yang di terima untuk dibawa ke otak
4. Mengantar
respon melalui saraf motorik ke organ tubuh sebagai tindakan.
1. NEURON
Neuron
atau sel saraf merupakan sel tubuh yang berfungsi mencetuskan dan menghantarkan
implus listrik. Sel saraf merupakan unit dasar dan fungsional sistem saraf yang
mempunyai sifat eksitabilitas, artinya siap memberi respon apabila
terstimulasi. Satu atau dua ekspensi yang sangat panjang di
sebut akson. Serat saraf adalah akson dari suatu sel saraf.
Dendrit
dan badan sel saraf berfungsi sebagai pencetus implus, sedangkan akson berfungsi
sebagai pembawa influs.
Otak manusia memiliki tekstur seperti jeli
yang sangat keras dan mengandung sekitar 100 miliar sel saraf yang di sebut
neuron.
Sistem
saraf tersusun oleh sel-sel saraf atu neuron. Sebuah sel saraf
terdiri dari tiga bagian utama yaitu :
Badan sel : Merupakan bagian sel paling
besar dari sel saraf. Badan sel berfungsi untuk menerima ransangan
dari dendrit ke akson.
Dendrit : Yaitu serabut sel saraf pendek dan
bercabang-cabang, yang berfungsi untuk menerima dan mengantarkan ransangan ke
badan sel.
Neurit (akson) : Berfungsi untuk
membawa ransangan dari badan sel ke saraf pusat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar