MAKALAH
NASIB
(METABOLISME) MAKANAN
DALAM TUBUH
MANUSIA

Disusun
Oleh :
Murti Kanti
PENDIDIKAN
KESEJAHTERAAN KELUARGA
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
SYIAH KUALA
DARUSSALAM,
BANDA ACEH
2016/2017
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat–NYA sehingga makalah tentang “Nasib (metabolisme) Makanan Dalam Tubuh Manusia” tersusun hingga selesai. Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan materi & pikirannya.
Harapan kami semoga
makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca untuk
ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi
lebih baik lagi.
Karena keterbatasan
pengetahuan maupun pengalaman kami, kami yakin masih banyak kekurangan dalam
makalah ini. Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang
membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
Banda
Aceh, Desember 2016
Penyusun
DAFTAR
ISI
Cover i
Kata pengantar ii
Kata pengantar ii
Daftar isi
iii
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang 1
1.2 Rumusan masalah
1
1.3 Tujuan
1
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian metabolisme
2
2.2 Proses metabolisme
2
BAB III KESIMPULAN
17
DAFTAR PUSTAKA 18
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Metabolisme
adalah proses pengolahan (pembentukan dan penguraian) zat-zat yang diperlukan
oleh tubuh agar tubuh dapat menjalankan fungsinya. Metabolisme juga dapat
diartikan sebagai proses pengolahan (pembentukan dan penguraian “Katabolisme
dan Anabolisme”) zat-zat yang diperlukan oleh tubuh untuk menjalankan
fungsinya. Kelainan metabolisme adalah tubuh yang tidak mampu menjalankan
proses metabolism. Yang paling berpengaruh bisa atau ketidakbisaan tubuh ialah
desebabkan oleh kelainan tidak memiliki suatu enzim yang diperlukan untuk
membantu metabolisme.
1.2 Rumusan Masalah
1.
Apa saja zat-zat yang diperlukan oleh
tubuh
2.
Apa saja jenis-jenis metabolisme
3.
Bagaimana proses metabolisme atau pengolahan
zat-zat dalam tubuh
1.3 Tujuan
Agar pembaca dapat
mengetahui bagaimana proses metabolisme ataupun keadaan makanan di dalam tubuh
manusia yang tidak kita ketahui ataupun kita sadari. Selain itu kita dapat
mengetahui zat-zat apa saja yang diperlukan oleh tubuh kita agar tubuh kita
tetap sehat dengan mengkonsumsi zat-zat yang bermanfaat.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1
Pengertian Metabolisme
Metabolisme
adalah suatu proses kimiawi yang terjadi di dalam tubuh semua makhlk hidup,
proses ini merupakan pertukaran zat ataupun suatu organisme dengan
lingkungannya. Metabolisme berasal dari bahasa Yunani, yaitu “metabole” yang
berarti perubahan. Dapat kita katakan bahwa makhluk hidup mendapat, mengolah
dan merubah suatu zat melalui proses kimiawi untuk mempertahankan hidupnya
Metabolisme memiliki dua arah lintasan metabolic, yaitu:
·
Katabolisme yang merupakan penguraian
suatu zat yang menjadi partikel yang lebih kecil untuk dijadikan energi.
·
Anabilosme yang merupakan reaksi untuk
merangkai senyawa organik dari molekul-molekul tertentu agar dapat diserap oleh
tubuh.
2.2 Proses Metabolisme
A. Metabolisme Karbohidrat
Karbohidrat
diperlukan oleh tubuh sebagai sumber energi utama, karena karbohidrat saat
dicerna akan menghasilkan monosakarida seperti glukosa. Bahan makanan yang
mengandung banyak karbohidrat antara lain padi-padian seperti jagung, beras dan
gandum. Umbi-umbian seperti singkong, kentang dan ubi jalar. Sumber karbohidrat
yang sudah berbentuk disakarida dan sangat cepat menyediakan energi bagi tubuh
adalah gula. Gula dapat berbentuk gula tebu atau gula aren, gula kelapa atau
gula madu.
Pada
proses pencernaan makanan, karbohidrat mengalami proses hidrolisis (penguraian
dengan menggunakan molekul air). Proses pencernaan karbohidrat terjadi dengan menguraikan
polisakarida menjadi monosakarida. Ketika makan dikunyah, makanan akan
bercampur dengan air liur yang mengandung enzim ptialin (suatu amilase yang
disekresikan oleh kelenjar parotis di dalam mulut). Enzim ini menghidrolisis
pati (salah satu polisakarida) menjadi maltosa dan gugus glukosa kecil yang
terdiri dari 3-9 molekul glukosa. Makanan berada di mulut hanya dalam waktu
yang singkat dan mungkin tidak lebih dari 3-5% dari pati yang telah
dihidrolisis pada saat makanan ditelan. Sekalipun makan tidak berada cukup lama
dalam mulut untuk dipecah oleh ptialin menjadi maltosa tetapi kerja ptialin
dapat berlangsung terus-menerus selama 1 jam setelah makanan memasuki lambung,
yaitu sampai isi lambung bercampur dengan zat yang disekresikan oleh lambung.
Selanjutnya
aktivitas ptyalin dari air liur dihambat oleh zat asam yang disekresikan oleh
lambung. Hal ini dikarenakan ptialin merupakan enzim amilase yang tidak aktif
saat PH medium turun dibawah 4,0. Setelah makan dikosongkan dari lambung dan
masuk ke duodenum (usus 12 jari), makanan kemudian bercampur dengan getah
pancreas. Pati yang belum dipecah akan dicerna oleh amilase yang diperoleh dari
sekresi pancreas. Sekresi pancreas ini mengandung amylase yang fungsinya sama
dengan amilase pada air liur, yaitu memecah pati menjadi maltosa dan polimer glukosa
kecil lainnya. Hasil akhir dari proses pencernaan adalah glukosa, fruktosa,
glaktosa, manosa dan monosakarida lainnya. Senyawa-senyawa tersebut kemudian
diabsorpsi melalui dinding usus dan dibawa ke
hati oleh darah. Jika di dalam hati terdapat kelebihan glukosa (gula
darah), glukosa akan diubah menjadi glikogen (gula otot) dengan bantuan hormon
insulin dan secara otomatis akan menjaga keseimbangan gula darah. Glikogen
disimpan di dalam hati jika sewaktu-waktu dibutuhkan glikogen diubah kembali
menjadi glukosa dengan bantuan hormon adrenaline.
B. Metabolisme Protein
Protein mengandung peranan penting
untuk kelangsungan sistem makhluk hidup. Sumber protein hewani antara lain
berupa daging, telur dan susu. Sumber protein nabati diantaranya dapat
diperoleh dari beragam makanan yang dibuat dari kacang-kacangan, seperti kacang
kedelai dan kacang hijau. Protein dalam makann hampir sebagian besar berasal
dari daging dan sayur-sayuran. Protein dicerna di lambung oleh enzim pepsin
yang aktif pada PH 2-3 (suasana asam). Pepsin mampu mencerna semua jenis
protein yang berada dalam makanan. Salah satu hal terpenting dari pencernaan
yang dilakukan pepsin adalah kemampuannya untuk mencerna kolagen. Kolagen
merupakan bahan dasar utama jaringan ikat pada kulit dan tulang rawan. Pepsin
memulai proses pencernaan protein yang dilakukan pepsin meliputi 10-30% dari
pencernaan protein total. Pemecahan protein ini merupakan proses hidrolisis
yang terjadi pada rantai polipeptida.
Sebagian besar proses pencernaan
protein terjadi di usus. Ketika protein meninggalkan lambung, biasanya protein
dalam bentuk proteosa, pepton dan polipeptida besar. Setelah memasuki usus,
produk-produk yang telah dipecah sebagian besar akan bercampur dengan enzim
pancreas di bawah pengaruh enzim proteolitik, seperti tripsin, kimotripsin, dan
peptidase. Baik tripsin maupun kimotripsin memecah molekul protein menjadi
polipeptida kecil. Peptidase kemudian melepaskan asam-asam amino. Asam amino
yang terdapat dalam darah berasal dari tiga sumber, yaitu penyerapan dari
dinding usus, hasil penguraian protein dalam sel dan hasil sentesis asam amino
dalam sel. Asam amino yang disintesis dalam sel maupun yang dihasilkan dari
proses penguraian protein dalam hati dibawa oleh darah untuk digunakan di dalam
jaringan. Dari hal ini hati berfungsi sebagi pengatur konsentrasi asam amino
dalam darah. Kelebihan protein tidak disimpan dalam tubuh, melainkan akan
dirombak di dalam hati menjadi senyawa yang mengandung unsur N, seperti NH3
(amonia) dan NH4OH (amonium hidroksida) serta senyawa yang
tidak mengandung unsur N. Senyawa yang mengandung unsur N akan disintesis
menjadi urea. Pembentukan urea berlangsung di dalam hati karena hanya sel-sel
hati yang dapat menghasilkan enzim arginase. Urea yang dihasilkan tidak
dibutuhkan oleh tubuh sehingga diangkut bersama zat-zat lainnya menuju ginjal
yang dikeluarkan melalui urin. Sebaliknya
senyawa yang tidak mengandung unsur N akan disintesis kembali menjadi
bahan baku karbohidrat dan unsur N akan disitesis kembali menjadi bahan baku
karbohidrat dan lemak sehingga dapaat dioksidasi di dalam tubuh untuk
menghasilkan energi.
C.
Metabolisme Lemak
lemak merupakan bentuk molekul penyimpanan energi
terbaik, karena akan menghasilkan banyak energi ketika dioksidasi dan mudah
untuk ditabung dalam sistem tubuh. Asam lemak esensial juga penting dalam
produksi dalam hemoglobin dan pengaturan zat yang melewati membran sel serta
berperan mencegah kerusakan dari lemak perusak. Kekurangan lemak esensial dapat
menyebabkan kerusakan kulit, hati, rontoknya rambut, tubuh tidak tahan terhadap
infeksi, juga menurunkan kesuburan bagi laki-laki dan menyebabkan keguguran
bagi perempuan.
Pencernaan lemak terjadi di mulut dan lambung karena di
tempat tersebut tidak terdapat enzim lipase yang dapat menghidrolisis atau
memecah lemak. Pencernaan lemak terjadi di dalam usus karena usus mengandung
lipase. Lemak keluar dari lambung masuk ke dalam usus sehingga merangsang
hormon kolesistokinin. Hormon kolesistokinin menyebabkan kantung empedu
berkontraksi sehingga mengeluarkan cairan empedu ke dalam duodenum (usus 12
jari). Empedu mengandung garam empedu yang memegang paranan penting dalam
mengemulsikan lemak. Emulsi lemak merupakan pemecahan lemak yang berukuran
besar menjadi butiran lemak yang berukuran lebih kecil. Ukuran lemak yang lebih
kecil (trigliseridra) yang teremulsi akan memudahkan hidrolisis lemak oleh
lipase yang dihasilkan dari pankreas.
Lipase
pankreas akan menghidrolisis lemak teremulsi menjadi campuran asam lemak dan
monoligserida (gliserida tunggal). Pengeluaran cairan pankreas dirancang oleh
hormon sekretin yang berperan dalam meningkatkan jumlah elektrolit (senyawa
penghantar listrik) dan cairan pankreas serta pankreoenzim yang berperan untuk
merangsang pengeluaran enzim-enzim dalam cairan pankreas. Absorpsi hasil pencernaan
lemak sebagian besar (70%) terjadi di usus halus. Pada waktu asam lemak dan
monogliserida diabsorpsi melalui sel-sel mulkosa pada dinding usus, keduanya
diubah kembali menjadi lemak (trigliserida dengan bentuk partikel-partikel
kecil) jaringan lemak. Saat dibutuhkan timbunan tersebut akan diangkut menuju
hati.
D.
Metabolisme Mineral
Mineral merupakan bagian tubuh yang
memegang peranan penting dalam pemeliharaan fungsi tubuh baik tingkat sel,
jaringan, organ maupun fungsi tubuh secara keseluruhan. Selain itu, mineral
berperan dalam berbagai tahap metabolisme terutama sebagai kofaktor dalam
aktivitas enzim. Keseimbangan ion-ion mineral di dalam cairan tubuh diperlukan
untuk pengaturan kegiatan enzim. Mineral memegang peranan penting dalam
pemeliharaan fungsi tubuh secara keseluruhan. Kalium, fosfor dan magnesium
adalah bagian dari tulang, besi dari hemoglobin dalam sel darah merah dan
iodium dari hormon tiroksin. Disamping itu mineral berperan dalam berbagai
tahap metabolisme, terutama sebagai kofaktor dalam aktivitas enzim-enzim.
Keseimbangan mineral di dalam cairan tubuh diperlukan untuk pengaturan
pekerjaan enzim-enzim, pemeliharaan keseimbangan asam basa, membantu transfer
ikatan-ikatan penting melalui membran sel dan pemeliharaan kepekaan otot dan
saraf terhadap rangsangan.
pekerjaan enzim-enzim, pemeliharaan keseimbangan asam basa,
membantu transfer ikatan-ikatan penting melalui membrane sel dan pemeliharaan
kepekaan otot dan saraf terhadap terhadap rangsangan.
Sekitar 4% dari
tubuh kita terdiri atas mineral yang ada dalam analisa bahan makanan tertinggal
sebagai kadar abu, yaitu yang tertinggal bila suatu sampel bahan makanan dibakar
sempurna di dalam suatu tungku. Kadar gula abu menggambarkan banyaknya mineral
yang tidak terbakar menjadi zat yang dapat menguap. Mineral digolongkan ke
dalam mineral makro dan mineral mikro. Mineral makro adalah mineral yang
dibutuhkan tubuh dalam jumlah 100 mg sehari, sedangkan mineral mikro dibutuhkan
kurang dari 100 mg sehari. Jumlah mineral mikro dalam tubuh kurang dari 15 mg.
Hingga saat ini dikenal sebanyak 24 mineral yang dianggap esensial, jumlah itu
setiap waktu bisa bertambah.
Mineral yang dibutuhkan tubuh kita antara lain yaitu:
·
Kalium
Kalium
merupakan ion yang bermuatan positif dan terdapat di dalam sel dan cairan
intraseluler. Kalium berasal dari tumbuh-tumbuhan dan hewan. Sumber utama
kalium adalah makanan segar/mentah terutama buah, sayuran dan kacang-kacangan.
Kalium diabsorpsikan dengan mudah dalam usus halus. Kalium diekskresikan
melalui urine, feses, keringat dan cairan lambung. Taraf kalium normal darah
dipelihara oleh ginjal melaui kemampuannya menyaring, mengabsorpsi kembali dan
mengeluarkan kalium di bawah pengaruh aldosteron. Kalium dikeluarkan dalam
bentuk ion dengan menggantikan ion natrium melalui mekanisme pertukaran di
dalam tubula ginjal.
·
Kalsium
Kalsium
merupakan salah satu mineral yang sangat penting serta yang paling banyak
dibutuhkan oleh tubuh manusia. Kalium berfungsi untuk membantu dalam
pembentukan tulang dan gigi serta juga diperlukan dalam proses pembekuan darah,
transmisi sinyal sel saraf,serta kontraksi otot. Kalsium dapat membantu
mencegah osteoporosis dan kekurangan kalsium dapat menyebabkan osteoporosis.
Dari semua kalsium yang terdapat dalam tubuh manusia 99% terletak di tulang dan
gigi. Kalsium juga berperan guna menurunkan tekanan darah serta juga terbukti
dalam mengurangi resiko penyakit kardiovaskuler yang terjadi pada wanita.
sumber kalsium terutama pada susu dan hasilnya seperti keju. Ikan dimakan
dengan tulang termasuk ikan kering merupakan sumber kalsium yang baik, udang,
kerang, kepiting, kacang-kacangan dan hasil olahannya, daun singkong dan daun
lamtoro. Sebanyak 30-50% kalsium yang dikonsumsi diabsorpsi tubuh yang terjadi
dibagian atas usus halus yaitu duodenum. Kalsium membutuhkan PH 6 agar dapat
berada dalam kondisi terlarut. Absorpsi kalsium terutama dilakukan secara aktif
dengan menggunakan alat angkut protein pengikat kalsium. Absorpsi pasif terjadi
pada permikaan saluran cerna. Kalsium hanya bisa diabsorpsi bila terdapat dalam
bentuk larut ait dan tidak mengendap, karena unsur makanan lain. Kalsium yang
tidak diabsorsi dikeluarkan melalui feses. Kehilangan kalsium dapat
terjadimelalui urin. Sekresi cairan yang masuk saluran cerna serta keringat.
·
Fosfor
Fosfor
merupakan mineral yang sering ditemukan dalam berbagai jenis makanan termasuk
produk dari olahan susu dan daging. Fosfor sangat penting guna membuat tulang
dan gigi menjadi kuat dan menjaga kesehatan fungsi saraf. Fosfor adalah bagian
dari kerangka struktural molekul biologis, contohnya DNA dan RNA, sel-sel hidup
juga memakai fosfor dalam transfortasi seluler. Fosfot terdapat pada semua
makhluk hidup, terutama makanan kaya protein, seperti daging, ayam, ikan,
telur, susu dan hasilnya, kacang-kacangan seta serelia. Fosfor dapat
diabsorpsikan secara efisien sebagai fosfor bebas di dalam usus setelah
dihidrolisis dan dilepas dari makanan oleh enzim alkalin fosfatase dalam mukosa
usus halus dan diaobsorpsi secara aktif yang dibantu oleh bentuk aktif vitamin
D dan difusi pasif. Kadar fosfor dalam darah diatur oleh hormon paratiroid
(PTH) yang dikeluarkan oleh kelenjar paratiroid dan hormon kalsitonin serta
vitamin D untk mengontrol jumlah fosfor yang diserap, jumlah yang ditahan oleh
ginjal, jumlah yang dibebaskan dan disimpan dalam tulang. PTH menurunkan
reabsorpsi fosfor oleh ginjal. Kalsitonin meningkatkan ekskresi fosfat oleh
ginjal.
·
Natrium
Natrium
merupakan kation utama dalam cairan ekstraseluler. 35-40% terdapat dalam
kerangka tubuh. Cairan saluran cerna sama seperti cairan empedu dan pankreas
mengandung banyak natrium. Sumber utama natrium adalah garam dapur (NaCl)).
Sumber natrium yang lain berupa monosodium gluamat, kecap dan makanan yang
diawetkan dengan garam dapur. Makanan
yang belum diolah, sayur dan buah mengandung sedikit natrium. Sumber lainnya
seperti susu, daging, telur, ikan, menega dan makanan laut lainnya. Natrium
diabsorpsikan di usus halus secara aktif (membutuhkan energi), lalu dibawa oleh
aliran darah ke ginjal untuk disaring kemudian dikembalikan ke aliran darah
dalam jumlah cukup untuk mempertahankan taraf natrium dalam darah. Kelebihan
natrium akan dikeluarkan melalui urin yang diatur oleh hormon aldosteron yang
dikeluarkan oleh kelenjar adrenal jika kadar natrium darah menurun.
·
Seng
Sumber
paling baik adalah sumber protein hewani, terutama daging, hati, kerang,
biji-bijian, serelia, leguminosa dan telur. Seelia tumbuk dan kacang-kacangan
merupakan sumber yang terbaik namun mempunyai ketersediaan biologi yang rendah.
Di dalam pankreas seng digunakan untuk membuat enzim pencernaan, pada waktu
makan di keluarkan ke dalam saluran cerna. Dengan demikian saluran cerna
menerima seng dari dua sumber, yaitu dari makanan dan dari cairan pencernaan
yang kembali ke pankreas di namakan sirkulasi entropangkreatik. Bila dikonsumsi
seng tinggi di dalam sel dinding saluran cerna sebagian diubah menjadi
metalotionein sebagai simpanan, sehingga absorpsi berkurang. Seperti halnya
dengan besi, bentuk simpanan ini akan dibuang bersama sel-sel dinding usus halus
yang umurnya adalah 2-5 hari. Metalitionein di dalam hati mengikat seng hingga
dibutuhkan oleh tubuh. Metalitionein diduga mempunyai peranan dalam mengatur
kandungan seng di dalam cairan intarseluler.
·
Zat besi
Zat
besi ialah sebuah trace element yang penting dan dibutuhkan dalam produksi
hemoglobin, komponen sel darah merah yang kemudian membawa oksigen kepada
seluruh tubuh. Orang yang kekurangan zat besi akan mudah merasa lelah, hal ini
karena tubuh mereka kelaparan oksigen. Besi merupakan bagian dari
mioglobin yang berfungsi untuk membantu
menyimpan oksigen di otot. Pada umunya zat besi di dalam daging ayam dan ikan
mempunyai ketersediaan biologic yang tinggi, besii di dalam serelia dan
kacang-kacangan mempunyai ketersediaan biologic sedang, dan zat besi di dalam
sebagian besar sayuran, terutama yang mengandung asamoksalat tinggi seperti
bayam mempunyai ketersediaan biologic rendah. Dalam proses metabolisme, Fe yang
dibebaskan dari proses degradasi Hb dan porfirin dapat secara cepat terlihat
transferin dan dalam feritin serum pada plasma. Transferin mengangkut Fe
kembali ke sumsum tulang untuk mensintesisi Hb kembali atau dimana saja
dibutuhkan feritin serum secara cepat diambil oleh hati dan mungkin oleh
sel-sel lain. Zat besi feritin intrselulr juga dimobilisasi untuk diangkut ke
sumsum tulang untuk mobilisasi tersebut. Fe yang ada dalam pusat inti feritin
harus direduksidikilasi dan dipindahkan ke dalam plasma, dimana dioksidasi
kembali menjadi F3+ untuk diangkut pada transferin.
·
Magnesium
Magnesium
merupakan logam putih yang lentur yang cukup permanen di udar kering, namun
berkarat apabila di udara lembab. Ion magnesium penting bagi semua sel makhluk
hidup. Sekitar lebih dari 300 enzim memerlukan ion magnesium. Magnesium
diperlukan karena digunakan dalam pembentukan protein, tulang, sel-sel baru,
mengaktifkan vitamin B, asam lemak, merelaksasi otot, membekukan darah, serta
membentuk adenosine trifosfat atau ATP. Produksi dan juga penggunaan insulin
membutuhkan magnesium. Magnesium terdapat dalam tulang dan gigi, otot jaringan
lunak dan cairan tubuh lainnya. Sumber utama magnesium adalah sayur hijau,
serelia tumbuk, biji-bijian dan kacang-kacangan. Daging, susu dan hasilnya
serta coklat merupakan magnesium yng baik. Magnesium diabsorpsi di usus halus dengan
bantuan alat angkut aktif dan secara difusi pasif. Di dalam darah magnesium
terdapat dalam bentuk ion bebas. Keseimbangan magnesium dalam tubuh terjadi
melalui penyesuian ekskresi magnesium melalui urine. Ekskresi magnesium
meningkat oleh adanya hormone tiroid, asidosis, aldoteron serta kekurangan
fosfor dan kalium. Magnesium diabsorpsi di usus halus dengan bantuan alat
angkut aktif dan secara difusi pasif. Di dalam darah magnesium terdapat dalam bentuk
ion bebas. Keseimbangan magnesium dalam tubuh terjadi melalui penyesuaian
ekskresi magnesium melalui urine. Ekskresi magnesium meningkat oleh adanya
hormon tiroid, asidosis, aldosteron serta kekurangan fosfor kalium. Ekskresi
meagnesium menurun karena pengaruh kalsitonin, glucagon dan PTH terhadap resorpsi
tubula ginjal.
·
Klorida
Klor merupakan
anion utama cairan ekstraseluler. Konsentrasi klor tertinggi adalah dalam
cairan serebrospinal (otak dan sumsum tulang belakang), lambung dan pankreas.
Klor terdapat bersamaan dengan natrium dalam garam dapur. Beberapa sayuran dan
buah juga mengandung klor. Klor diabsorpsikan di usus halus dan diekskresikan
melalui urine dan keringat. Kehilangan klor mengikuti kehilangan natrium.
·
Sulfur
Sulfur merupakan bagin dari zat-zat esensial seperti
vitamin tiamin dan biotin serta asam amino metionin dan sistein. Rantai samping
molekul sistein yang mengandung sulfur berkaitan satu sama lain sehingga
membentuk jembatan disulfide yang berperan dalam menstabilkan molekul protein.
Sulfur terdapat dalam tulang rawan, kulit, rambut dan kuku yang banyak
mengandug jaringan ikat yang bersifat kaku. Sumber sulfur adalah makanan yang
mengandung protein. Sulfur diabsorpsi sebagai bagian dari asam amino atau
sebagai sulfur anorganik. Sulfur juga merupakan bagian dari enzim glutation
serta berbagai koenzim dan vitamin, termasuk koenzim A. sebagian besar sulfur
dieksresi melalui urin sebagai ion bebas. Sulfur juga merupakan salah satu
elektrolit intraseluler yang terdapat dalam plasma berkonsentrasi rendah.
·
Tembaga
Tembaga terdapat di dalam makanan. Sumber utama
tembaga adalah tiram, kerang, hati, ginjal, kacang-kacangan, unggas,
biji-bijian, serelia dan cokelat. Air juga mengandung tembaga dan jumlahnya
bergantung pada Jenis pipa digunakan sebagai sumber air. Metabolisme tembaga
yaitu diplasma darah, mula-mula diikat pada albumin dan suatu protein baru
dibawa ke hati dimana akan mendapat proses yaitu diinkoporasikan ke dalam
seruloplasmin dan protein/enzim hati yang spesifik kemudian hilang melalui
empedu, seruloplasmin disektresi ke dalam plasma di samping kemungkinan fungsi
enzimatiknya juga mengangkut tembaga ke dalam sel seluruh tubuh. Sebagian Cu
diangkut melalui transkuprein dan albumin, rendahnya berat molekul dari pool Cu
plasma mungkin tidak merupakan sumber Cu seluler yang nyata.
·
Krom
Krom dibutuhkan dalam metabolism karbihidrat dan
lipida. Krom bekerja sama dengan pelepasan dalam memudahkan masuknya glukosa ke
dalam sel-sel. Dengan demikian, dalam pelepasan energi percobaan pada hewan
menunjukkan bahwa kekurangan krom dapat menyebabkaan gangguan toleransi
terhadap glukosa walaupun konsentrasi insulin normal. Dalam keadaan berat
defisiensi krom dapat menunjukkan sindroma mirip diabetes. Krom diduga
merupakan bagian dari ikatan organic factor toleransi terhadap glukosa bersama
asam nikotinat dan glutation. Toleransi terhadap glukosa tampaknya dapat
diperbaiki dengan suplementasi krom. Hal ini harus dilakukan di bawah
pengawasan dokter. Konsentrasi krom di dalam jaringan tubuh menurun dengan umur
kecuali pada jaringan paaru-paru yang justru meingkat. Metabolism krom sama
halnya seperti besi, krom diangkut oleh transferin. Bila tingkat kejenuhan
transferin tinggi, krom dapat diangkut oleh albumin.
E.
Metabolisme Vitamin
Secara klasik berdasarkan
larutannya, vitamin digolongkan dalam dua kelompok, yaitu vitamin yang larut
dalam lemak dan vitamin yang larut dalam air. Karena yang pertama dapat
diekstraksi dari bahan makanan dengan pelarut lemak dan hanya terakhir dengan air.
Beberapa vitamin larut yang larut dala lemak adalah vitamin A, D, E dan Kyang
hanya mengandung unsur-unsur karbon, hydrogen dan oksigen. Vitamin yang larut
dalam air terdiri atas asam askorbat (C) dan B-komplek (B1 sampai B12),
yang selain mengandung unsur-unsur karbon, hydrogen, oksigen, juga mengandung
nitrogen, slfur atau kobati.
Vitamin yang larut dalam lemak yaitu
A, D, E dan K memiliki sifat-sifat umum, antara lain:
·
Tidak terdapat disemua jaringan
·
Terdiri dari unsur-unsur karbon hidrogen
dan oksigen
·
Memiliki bentuk prekusor atau provitamin
·
Menyusun struktur jaringan tubuh
·
Diserap bersama lemak
·
Disimpan bersama lemak dan tubuh
·
Diekskresi melalui feses
·
Kurang stabil jika dibandingkan vitamin
B, dapat dipengaruhi oleh cahaya, oksidasi dan lain sebagainya.
Vitamin yang larut dalam air
memiliki cirri-ciri umum, antara lain:
·
Tidak hanya tersusun atas unsur-unsur
karbon, hidrogen dan oksigen
·
Tidak memiliki provitamin
·
Terdapat disemua jaringan
·
Sebagai prekusor enzim-enzim
·
Diserap dengan proses difusi biasa
·
Tidak didimpan secara khusus dalam tubuh
·
Diekskresi melalui urine
·
Relative lebih stabil, namun pada
temperature berlebihan menimbulkan kestabilan.
Beberapa vitamin berfungsi langsung
dalam metabolisme penghasilan energi jalur metabolisme yang menghasilkan energi
untuk mendukung kerja sel diantaranya adalah glikolisil, siklus kreb, transport
electron, dan β
oksidasi. Dalam metabolisme vitamin yang larut dalam lemak ataupun minyak jika
berlebihan tidak dikeluarkan oleh tubuh, melainkan akan disimpan. Sebaliknya,
vitamin yang larut dalam air yaitu vitamin B kompleks dan C tidak disimpan,
melainkan akan dikeluarkan oleh sistem pembuangan tubuh. Akibatnya selalu
dibutuhkan asupan vitamin tersebut setiap hari. Vitamin yang alami dapat
diperoleh dari sayur, buah dan produk hewani. Seringkali vitamin yang
terkandung dalam makanan atau minuman tidak berada dalam keadaan bebas,
melainkan terikat baik secara fisik maupun kimia. Proses pencernaan makanan
baik di dalam lambung maupun usus halusakan membantu melepaskan vitamin dari
makanan agar dapat diserap oleh usus. Vitamin larut bersama lemak kemudian
diserap di dalam usus bersama dengan lemak atau minyak yang dikonsumsi. vitamin
diserap oleh usus dengan proses dan mekanisme yang berbeda. Terdapat perbedaan
prinsip proses penyerapan antara vitamin larut lemak dengan vitamin larut air.
Vitamin larut lemak akan diserap secara difusi pasif dan kemudian di dalam
dinding usus digabungkan dengan kilomikron (lipoprotein) yang kemudian diserap
sistem limfatik, baru kemudian bergabung dengan saluran darah untuk
ditransportasikan ke hati. Sedangkan vitamin larut air langsung diserap melalui
saluran darah dan ditransportasikan ke hati. Proses dan mekanisme penyerapan
vitamin dalam usus halus.
B.
Metabolisme Air
Air sangat penting dalam
menjaga kesehatan tubuh. Hamper semua sel memerlukan air agar dapat berfungsi
dengan benar dan pada dasarnya semua proses metabolisme memerlukan air. Sekitar
55-75% tubuh manusia tersusun dari air. Selain itu, tubuh kehilangan sekitar 8
gelas air sehari melalui keringat, proses pernapasan dan buang air. Karena itu
untuk menjaga agar tubuh tetap berfungsi dengan benar, pastikan kita tetap mengisi
kembali air yang hilang. Beberapa manfaat air yaitu:
·
Memperbaiki performal mental
Sekitar
80% jaringan otak terbuat dari air, karena itu sangat penting utuk menjaga agar
otak tidak kekurangan air. Di dalam otak air akan mengencerkan cairan yang
membawa protein dan enzim-enzim dan membantu mengirimkan nutrisi-nutrisi ini ke
ujuan mereka masing-masing. Saat tubuh kekurangan air, gerakan cairan pembawa
protein dan enzim tersebut juga akan melambat. Karena itu, performal mental
kita juga akan terpengaruh secara langsung. Selain itu air membersihkan otak
dari radikal-radikal bebas yang bisa merusak susunan sel yang akhirnya justru
memicu operasi yang bersifat menghancurkan.
·
Mencegah gangguan kritis
Radang
sendi, kanker dan penyakit jantung merupakan penyakit serius yang menyerang
jutaan orang diseluruh belahan dunia. Akan tetapi, penyakit tersebut dapat kita
hindari dengan minum air. Kuncinya adalah komponen tulang rawan, berupa
material berongga yang berfungsi sebagai bantalan dimana tulang bertemu, dan
cairan synovial, cairan di sekitar persendian yang berfungsi sebagai pelumas
dan bekerja sebagai alat penahan goncangan. Saat persendian air cukup, maka
gesekan yang terjadi di sekitar persendian juga lebih sedikit. Karena itu,
radang sendi juga lebih sedikit. Selain tu, saat sistem tubuh mempunyai banyak
air, meskipun harus berulang-ulang ke
kamar kecil, tubuh akan dibersihkan dari
racun. Dengan mengurangi waktu kontak antara racun-racun ini dengan colon dan
kandung kemih, maka angka kejadian kanker juga bisa dikurangi. Tidak hanya
membatu mengeluarkan racun dari sistem tubuh, tetapi air juga membersihkan
tubuh dari kelebihan garam.
·
Air membantu menurunkan berat badan
Air
dapat mempercepat proses metabolisme, semakin cepat metabolisme maka akan
semakin banyak kalori yang dibakar. Setelah mencerna 2 cangkir air, maka perlu
waktu 10-40 menit untuk memulai kembali proses metabolisme.
·
Mencegah gigi berlubang
Jika
isi perut kita tetap teraliri air, maka akan membantu produksi beberapa cairan
penting tubuh termasuk air liur (saliva), yang berfungsi mencegah gigi
berlubang. Pembususkan gigi berasal dari pembentukan asam, yang akan mengikis
lapisan email gigi. Tetapi air liur dapatmenetralkan asam ini.
Metabolisme air (kecuali K dan Na), membentuk garam dan
senyawa lain yang relative sukar larut, sehingga sukar diabsorpsi. Absorpsi air
sering memerlukan protein pengemban spesifik (specific carrier proteins),
sintesis protein ini berperan sebagai mekanisme penting untuk mengatur kadar air
dalam tubuh. Ekskresi sebagian besar air melalui ginjal, ada juga desekresi ke
dalam getah pencernaan,empedu hilang dalam feses.
BAB III
KESIMPULAN
Metabolisme adalah pertukaran zat antara siatu
sel atau suatu organisme secara keseluruhan dengan zat antara suatu sel atau
organisme secara keseluruhan dengan lingkungannya. Kemudian proses metabolisme
yang terjadi di dalam sel merupakan aktivitas yang sangat terkoordinasi,
melibatkan kerjasama berbagai sistem enzim yang mengkatalis reaksi-reaksi
secara bertahap dan memerlukan pengaturan metabolic untuk mengendalikan
mekanisme reaksinya. Metabolisme berperan mengubah zat-zat makanan seperti
glukosa, asam amino dan asam lemak menjadi senyawa-senyawa yang diperlukan
untuk proses kehidupan seperti sumber energi (ATP).
Zat-zat
yang diperlukan tubuh dan proses metabolisme dalam tubuh telah kita ketahui,
maka dari itu cukup sederhana dalam menjaga kesehatan dengan cara mengkonsumsi
zat-zat makanan yang baik seperti karbohidrat, protein, lemak, mineral, vitamin
dan air. Dengan begitu tubuh kita akan tetap terjaga kesehatannya.
DAFTAR
PUSTAKA
Anonym.2011.metabolisme
http://clubgizi.blogspot.com/2011/03/metabolisme-mineral/.
Diakses tanggal 03 Mei 2012
Junia Astuti,
Reni.2009.Makro Mineral
http://reninutrisionist.wordpress.com/2009/05/21/makromineral.
Diakses tanggal 03 Mei 2012
Junia Astuti, Reni.2009.Mikro
http://reninutrisionist.wordpress.com/2009/05/21/mikromineral/.
Diakses tanggal 03 Mei 2012
http://sichesse.blogspot.co.id/2012/04/metabolisme-air.html